Mahasiswa Ancam Turun ke Jalan
Written By Nurie_Mtp on Kamis, 26 April 2012 | 15.50
Antrean panjang kendaraan terjadi di tiga SPBU di Kotabaru kembali memancing mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di Kotabaru yang beberapa waktu lalu melakukan aksi unjuk demo di Kantor DPRD Kotabaru, untuk melakukan aksi serupa.
Disebabkan ketidak seriusan tim terpadu yang dibentuk Pemkab Kotabaru melakukan penertiban, terutama bagi pelangsir menggunakan jeriken yang ditengarai sebagai pemicu antrean kendaraan disetiap SPBU yang ada di daerah ini.
Terulang kembali Kondisi ini disayangkan Nasrudian, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKIP Kotabaru yang belum lama tadu meletakan jabatan tersebut kepada pengurus BEM yang baru.
Meski demikian sebagai senior di kampus tersebut, Nasruddin tetap merasa prihatin terhadap distribusi BBM jenis bensin yang yang sempat membingungkannya karena antrean panjang kendaraan roda dua berlangsung normal hanya beberapa hari setelah aksi demo mereka lakukan.
"Untuk beberapa ke depan kita akan pantau, di SPBU-SPBU. Apabila masih terjadi antrean, makan kami kembali akan melakukan aksi yang sebelum dilakukan," ujarnya.
Walaupun menurut Nasruddin, ia menghargai upaya penertiban yang dilakukan tim terpadu bentukan Pemkab Kotabaru yang sempat membuat distribusi BBM kembali normal. Namun, ia menilai usaha dilakukan tim terpadu bisa disebut masih tanggung alias banjir.
Pasalnya, setelah kondisi normal, tim terpadu terdiri dari TNI-AD, polisi dan pemkab Kotabaru tak melakukan penertiban yang membuka peluang, terutama para pelangsir yang seenaknya mengisi bensin di SPBU.
"Kalau dalam beberapa hari ini kondisi tetap seperti ini, akan akan turun ke jalan lagi. Atau melakukan rapat dengan pendapat dengan DPRD dan unsur terkait. Rencana itu sudah disusun agar rencana yang dilakukan benar-benar matang. Katanya.
Menurut Nasrudin, bila kondisi ini tidak cepat diambil sikap. Antrean kendaraan yang mengular, dapat memicu ketidak stabilan harga bensin dieceran.
"Saya bingung, dibilang tidak serius, tetapi tim terpadu sudah turun ke lapangan. Disisi lain antrean kendaraan kembali terjadi, Jadinya saya binggung, padahal tuntutan saat demo lalu meminta jaminan pemerintah, antrean kendaraan tidak terjadi lagi. Bukti masih terjadi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kotabaru Alfidri Supiannor juga menyayangkan kembali terjadinya antrean kendaraan.
Alfidri meminta mengatasi gejolak ini, Pemkab Kotabaru kembali menurunkan tim terpadu melakukan penertiban di semua SPBU sesuai surat keputusan (SK) yang telah dibu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar